KENDALA BUDI DAYA PADI DI MUSIM KEMARAU

Masyarakat desa Semerak, potensi desanya adalah budidaya tanaman pangan berupa padi, dan budi daya ikan air payau yaitu tambak, dengan sistim tradisonal.

Musim tanam didaerah ini bisa disebut musim tanam ke dua, varitasnya terbanyak adalah 32 unggul, Sidenuk dan membramo.

Jenis 32 sangat sulit perawatan awalnya tetapi setelah umur 60 hari, baru bisa hidup dengan baik, dan selanjutnya akan semakin baik. Karena termasuk tanaman yang kebal terhadap hama penggangu wereng, dan hama blas.

Kendala terberat adalah kurangnya air, sehingga mengharuskan petani memakai air bawah tanah dengan jalan penyedotan, dengan konsekwensi harus mengelurkan biaya banyak.

Bagi masyarakat pedagang, buruh pabrik, apalagi pegawai negeri melihat polahnya tani, menggeleng-gelengkan kepala, dalam hatinya bertanya-tanya kok masih ada orang yang mau ya kerja siang malam, dengan opah dan resiko tidak terbayar.

Karena kalau buruh selesai kerja langsung mendapat bayaran, pedagang  bisa dihitung mau mengeruk untung berapa, kalau pegawai negeri tinggal ngitung hari dan bulan akan mendapat bayaran.

Memang petani kalau panen kelihatan per ha. terus dapat 30 juta, wah besar ya pendapatanannya, eeeh, orang kebanyakan melihat nilai akhir yang besar sekali sepertinya.

Lalu pernah ngitung tidak biaya atau resiko puso atau gagal. Weleh2 .

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan