ADA SAJA TEMPAT UNTUK USAHA

Suatu istilah yang sangat banyak terucap oleh semua orang, dari yang anak-anak, remaja, dewasa, orang tua, kata usaha adalah gampang diucapkan. Dan apakah ada lawan kata yang menyebut sulit dilakukan? Jawabnya sangat varieatif, juga tergantung pemahaman masyarakat kita memandang apakah usaha itu hanya dikaitkan dengan mencari keuntungan material, dalam hal ini berbisnis atau kegiatan orang per orang atau kebanyak orang untuk melakukan langkan mencapai tujuan.

Kalau mengikut cara berfikir atau pandangan masyarkat yang modern dengan pengertian bangun tidur lalu melakukan usaha dagang, jasa, produksi, atau pertanian. Maka untuk melakukan usaha kebanyakan masyarakat mendapatkan beberapa kendala atau permasalhan. Masalah modal misalnya. Lokasi usaha, persaingan, kendala alam, kendala keamanan, kultur masyarakat, atau birokrasi dan sebagainya.

Membangun suatu usaha dagang bagi seorang enterpreuner sangat mudah karena bekal individu mereka kuat, dan juga didukung oleh pendidikan formal atau non formal yang ia dapat. Mereka ini bisa melakukan usaha sendiri atau juga memotivasi orang lain untuk bangkit berusaha mulai awal usaha, pembinaan usaha sampai menunjukkan jalan dari mana modal didapat dan pemasarannya. orang-orang seperti ini banyak jumlahnya, tidak hanya diperkotaan saja melainkan di pedesaan juga ada. Cuma yang sering ter ekpos ke permukaan adalah orang yang ada diperkotaan yang nota bene orang kota itu berasal dari sebuah desa atau bahkan desa terpencil, seperti Desa Semerak Margoyoso, tapi mencari rizki di perkotaan.

Kalau mau menelusuri atau melihat perbedaan dan atau kesamaan masyarakat kota atau desa dalam keseharian nya sama. Ketika jam sholat maka tak ada bedanya semua bisa solat, walaupun ada jeda waktu misalnya dluhur masyarakat Wit, dengan Wib. kan ada selisih jam. juga ketika berpuasa sama, semua bisa puasa. Pas musim haji, juga ada banyak dan seambrek orang pergi haji.

Ketika malam la ini, yang agak beda masyarakat perkotaan masih belum pulang, karena masih harus lembur atau terjebak kemacetan dengan membakar rokok dan membakar BBM, tetapi masyarakat pedesaan sudah nglempus, alias ngorok. Sebagian memang ada yang masih ngopi-ngopi di Mbah Tarsih, misalnya, atau di Pak Brengos.

Ketika pagi hari, semua bekerja dan bisa bekerja sesuai porsi masing-masing yang dagang dengan sepeda ontel, (sate ojek, mocil, martabak kecil) juga sampai tujuan dengan tepat waktu. Kekantor juga tepat, apalagi yang sektor pertanian, berangkat dengan jalan kaki tanpa macet sampai dilokasi usahanya. Penulis sendiri kalau mau kesawah bersepeda juga sampai tepat waktu.

Hal hal tersebut diatas adalah bagian dari usaha ekonomi yang sangat umum, dan tidak bisa dibantah itu adalah suatu usaha. Tetapi bagaimna dengan kegiatan mengantar orang berobat, kemudian menunggu sekian lama, disela-sela menunggu lalu melihat orangĀ  berwudlu pada jam 10.00 misalnya, apakah pertanyaan orang itu akan sholat apa? kan belum waktu dluhur. Lalu sebagian lagi ada yang baca buku didalam masjid RSU Suwondo. Sebenarnya ini adalah KEGIATAN USAHA. Usaha mendekatkan diri kepada Qoliknya, yang insya Allah akan menambah berkah didalam kehidupannya.

 

(ditulis di Masjid RSU D Pati)

 

 

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan