POSYANDU / PMT LANSIA DESA SEMERAK

Pelaksaan program POSYANDU / PMT Lansia dilaksanakan oleh Pemerintah Desa Semerak dalam rangka melaksanakan Program Pemerintah.

Angka keberhasilan pembangunan, terutama dibidang kesehatan, secara tidak langsung telah menurunkan angka kesakitan dan kematian penduduk, serta meningkatkan angka harapan hidup, meskipun tidak sekaligus berarti mutu kehidupan yang gilirannya menimbulkan perubahan struktur penduduk, sekaligus menambah jumlah penduduk lansia.
Status kesehatan lansia tidak boleh terlupakan karena berpengaruh dalam penilaian kebutuhan akan zat gizi. Ada lansia yang tergolong sehat dan ada yang tergolong kronis. Disamping itu, sebagian lansia masih mampu mengurus diri sendiri, sementara sebagian lain tidak. Banyak masalah gizi yang dialami lansia sehingga membutuhkan bantuan dalam penanggulangannya. Untuk menanggulangi masalah gizi yang dialami lansia dapat dilakukan dengan menjalankan beberapa program penanggulangan masalah gizi pada lansia.

Rasanya sudah umum diketahui bahwa penyebab masalah gizi adalah multifaktor, yang utamanya melibatkan faktor pendidikan, ekonomi, keamanan, pengendalian pertumbuhan penduduk, perbaikan sanitasi, keadilan sosial bagi perempuan dan anak-anak, kebijakan dan praktik yang benar terhadap lingkungan dan produktivitas pertanian. Sehubungan dengan itu, untuk dapat menuntaskan masalah gizi tentunya dibutuhkan satu program terintegrasi yang terkait dengan semua faktor tersebut.
Masalah gizi sering merupakan kelanjutan dari masalah kelaparan. Kelaparan sering membuat orang menjadi memikirkan dirinya sendiri terkait kebutuhan akan makanan untuk melangsungkan kehidupan, sehingga sering menyebabkan perilaku yang tidak etis seperti mencuri dan melukai orang lain hanya untuk mendapatkan makanan. Di Indonesia, masalah kelaparan memang tidak separah di Somalia, Sudan, ataupun Bangladesh, namun masih ditemukan masalah kurang kalori-protein (KKP) terutama pada anak balita, kurang zat besi terutama pada perempuan dewasa, kurang yodium dan kurang vitamin A serta kekurangan zat gizi lainnya seperti zink. Akibat terkait dari masalah tersebut adalah anak-anak di Indonesia berisiko untuk sering terkena penyakit infeksi yang berut, mengalami gangguan pertumbuhan atau gagal tumbuh dan mengalami kebutaan.
Kelaparan dan masalah gizi, utamanya masalah kurang kalori-protein sebetulnya tidak perlu terjadi di Negara manapun. Sistem pertanian yang baik harusnya memiliki kapasitas untuk menghasilkan makanan yang cukup untuk setiap individu. Orang akan kelaparan dan kurang gizi karena miskin. Kemiskinan itu dibuat oleh manusia sendiri, antara lain praktik diskriminasi terhadap perempuan terutama dalam kesempatan untuk pendidikan dan peluang kerja wabah HIV/AIDS, mempermasalahkan perbedaan rasial, pemerintah yang korupsi. Fktor-faktor lainnya adalah sumber air yang tidak aman, tingkat pendidikan yang rendah, distribusi bahan pangan yang tidak merata, tidak adanya kesempatan untuk bekerja dan produktivitas pertanian yang rendah sehingga
pada akhirnya akan berkontribusi terhadap masalah kurang gizi.

Semoga dengan adanya Posyandu / MPT lansia ini dapat memberi manfaat bagi masyarakat yang sudah lanjut usia.

 

Aby Sulthan…. 2019

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan