Sejarah Desa

SEMERAK

 

Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa, disebut bahwa Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintahan Negara RI,
Desa bukanlah bawahan kecamatan, karena kecamatan merupakan bagian dari perangkat daerah kabupaten / kota, dan desa bukan merupakan bagian dari perangkat daerah. Berbeda dengan Kelurahan, Desa memiliki hak mengatur wilayahnya lebih luas. Namun dalam perkembangannya, sebuah desa dapat dirubah statusnya menjadi kelurahan.
Dan Kewenangan desa adalah menyelenggarakan urusan pemerintahan yang sudah ada berdasarkan hak asal usul desa menyelenggarakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangankabupaten/kota yang diserahkan pengaturannya kepada desa, yakni urusan pemerintahan yang secara langsung dapat meningkatkan pelayanan masyarakat

Tugas pembantuan dari Pemerintah, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten/Kota

Urusan pemerintahan lainnya yang diserahkan kepada desa.

  • Pemerintahan Desa

Desa memiliki pemerintahan sendiri. Pemerintahan Desa terdiri atas Pemerintah Desa (yang meliputi Kepala Desa dan Perangkat Desa) danBadan Permusyawaratan Desa (BPD)

  • Kepala Desa

Kepala Desa merupakan pimpinan penyelenggaraan pemerintahan desa berdasarkan kebijakan yang ditetapkan bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Masa jabatan Kepala Desa adalah 6 tahun, dan dapat diperpanjang lagi untuk satu kali masa jabatan. Kepala Desa juga memiliki wewenang menetapkan Peraturan Desa yang telah mendapat persetujuan BPD. Kepala Desa dipilih langsung melalui Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) oleh penduduk desa setempat. Syarat-syarat menjadi calon Kepala Desa sesuai Peraturan Pemerintah No. 72 Tahun 2005 sbb:

  1. Bertakwa kepada Tuhan YME.
  2. Setia kepada Pancasila sebagai dasar negara, UUD 1945 dan kepada NKRI, serta Pemerintah.
  3. Berpendidikan paling rendah SLTP atau sederajat.
  4. Berusia paling rendah 25 tahun.
  5. Bersedia dicalonkan menjadi Kepala Desa.
  6. Penduduk desa setempat
  7. Tidak pernah dihukum karena melakukan tindak pidana kejahatan dengan hukuman paling singkat 5 tahun
  8. Tidak dicabut hak pilihnya
  9. Belum pernah menjabat Kepala Desa paling lama 10 tahun atau 2 kali masa jabatan
  10. Memenuhi syarat lain yang diatur Perda Kab/Kota.

 

  • Perangkat Desa

Perangkat Desa bertugas membantu Kepala Desa dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya. Salah satu perangkat desa adalah Sekretaris Desa, yang diisi dari Pegawai Negeri Sipil. Sekretaris Desa diangkat oleh Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota atas nama Bupati/Walikota. Perangkat Desa lainnya diangkat oleh Kepala Desa dari penduduk desa, yang ditetapkan dengan Keputusan Kepala Desa.

 

  • Badan Permusyawaratan Desa

Badan Permusyawaratan Desa (BPD) merupakan lembaga perwujudan demokrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan desa. Anggota BPD adalah wakil dari penduduk desa bersangkutan berdasarkan keterwakilan wilayah. Anggota BPD terdiri dari Ketua Rukun Warga, pemangku adat, golongan profesi, pemuka agama dan tokoh atau pemuka masyarakat lainnya. Masa jabatan anggota BPD adalah 6 tahun dan dapat diangkat/diusulkan kembali untuk 1 kali masa jabatan berikutnya. Pimpinan dan Anggota BPD tidak diperbolehkan merangkap jabatan sebagai Kepala Desa dan Perangkat Desa. BPD berfungsi menetapkan Peraturan Desa bersama Kepala Desa, menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat.

 

  • Keuangan Desa

Penyelenggaraan urusan pemerintahan desa yang menjadi kewenangan desa didanai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APB Desa), bantuan pemerintah dan bantuan pemerintah daerah. Penyelenggaraan urusan pemerintah daerah yang diselenggarakan oleh pemerintah desa didanai dari APBD. Penyelenggaraan urusan pemerintah yang diselenggarakan oleh pemerintah desa.

 

 

Sumber pendapatan desa terdiri atas:

Pendapatan Asli Desa, antara lain terdiri dari hasil usaha desa, hasil kekayaan desa (seperti tanah kas desa, pasar desa, bangunan desa), hasil swadaya dan partisipasi, hasil gotong royong, dan bagi hasil Pajak Daerah Kabupaten/Kota adalah bagian dari Dana Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah. Bantuan keuangan dari Pemerintah, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten/Kota dalam rangka pelaksanaan urusan pemerintahan;

Hibah dan sumbangan dari pihak ketiga yang tidak mengikat.

 

APB Desa terdiri atas bagian Pendapatan Desa, Belanja Desa dan Pembiayaan. Rancangan APB Desa dibahas dalam musyawarah perencanaan pembangunan desa. Kepala Desa bersama BPD menetapkan APB Desa setiap tahun dengan Peraturan Desa.

 

Lembaga kemasyarakatan.

Di desa dapat dibentuk lembaga kemasyarakatan, yakni lembaga yang dibentuk oleh masyarakat sesuai dengan kebutuhan dan merupakan mitra pemerintah desa dalam memberdayakan masyarakat. Lembaga kemasyarakatan ditetapkan dengan Peraturan Desa. Salah satu fungsi lembaga kemasyarakatan adalah sebagai penampungan dan penyaluran aspirasi masyarakat dalam pembangunan. Hubungan kerja antara lembaga kemasyarakatan dengan Pemerintahan Desa bersifat kemitraan, konsultatif dan koordinatif.

Kelurahan

Kelurahan adalah pembagian wilayah administratif di Indonesia di bawah kecamatan. Dalam konteks otonomi daerah di Indonesia, Kelurahan merupakan wilayah kerja Lurah sebagai Perangkat Daerah Kabupaten atau kota. Kelurahan dipimpin oleh seorang Lurah.

Kelurahan merupakan unit pemerintahan terkecil setingkat dengandesa. Berbeda dengan desa, kelurahan tidak memiliki hak mengatur wilayahnya lebih terbatas. Dalam perkembangannya, sebuah desa dapat ditingkatkan statusnya menjadi kelurahan.

 

Kecamatan adalah pembagian wilayah administratif di Indonesia di bawah kabupaten atau kota.

Kecamatan terdiri atas desa-desa ataukelurahan-kelurahan. Dalam konteks otonomi daerah di Indonesia, Kecamatan merupakan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten atau Kota yang mempunyai wilayah kerja tertentu yang dipimpin oleh seorang Camat.

 

SEJARAH PEJUANG / PENYEBAR AGAMA DI DESA SEMERAK

 

Konon masyarakat Desa Semerak sudah ada sejak sebelum keberadaan KH. Ahmad Mizzan. Namun. Keberadaan mereka belum begitu melekat dengan Agama, mereka masih melakukan hal – hal yang menyimpang terutama di bidang minuman keras.

Setelah keberadaan KH. Ahmad Mizzan atau biasa dipanggil dengan Raden Gemi di lahirkan di Tuban tahn 1729. Yang masa kecilnya diasuh oleh Ramanya, dan sangat di sayang oleh kedua orang tuanya. Dari kecil Raden Gemi mempunyai watak tidak pernah berbohong kepada kedua orang tua atau kepada teman pergaulannya, dan kepada siapa saja. Apabila diperintah oleh orang tuanya tidak pernah membantah, semua dilakukan sekuat-kuatnya dengan tulus ikhlas.

Sesudah Raden Gemi besar kenal dengan masyarakat, beliau termasuk salah satu pemuda yang mempunyai akhlaqul karimah (budi pekert luhur). Ketika melakukan pekerjaan apapun dilakukan dengan teliti, dan hati – hati dengan pikiran yang jernih dan suci. Samadengan artinya namanya (Raden Gemi), sesuai hadits :

 

اِنَّ الْعَجَلَةَ مِنَ الشَّيْطانِ وَالتَّأَنِّى مِنَ الرَّحْمَنْ .اوكماقال

Yang artinya :

Semua pekerjaan yang tergesa –gesa itu dari syaitan dan semua pekerjaan yang teliti adalah dari Allah SWT.

Selanjutnya Raden Gemi dikalangan masyarakat sangat dipercaya karena Raden Gemi memiliki akhlak mulia dan ilmu “Laduni”. Di ceritakan kecerdasaannya melebihi orang biasanya, sehingga pada akhirnya masyarakat menanam kepercayaan kepada Beliau. Maka ketika ada masalah apapun Raden Gemi dijadikan pusat bermusyawarah. Begitu juga setelah Raden Gemi sangat memperhatikan kepentingan masyarakat, dan mengesampingkan kepentingan pribadi. Dan tidak pernah membandingkan antara masyarakat kaya dengan yang miskin, semua dianggapnya sama sesuai dengan hadits :

خَيْرُ النَّاسِ اَنْفَعُهُمُ لِلنَّاسِ

Yang artinya :

Sebaik – baiknya manusia itu orang yang lebih banyak berguna kepada manusia.

 

Selanjutnya pada tahun 1749 (20 tahun kemudian) Rama Kyai Raden Abdul Qohar meninggalkan kota Tuban untuk berhijrah (pindah) di daerah Blora. Misinya saat itu untuk Nasruddin wa Nasyrul Ilmi (menolong agama Allah dan menyebarkan agama Islam) dan membuka daerah bernama Sakodar. Yakni hanya sekedar untuk lebih dekat dengan Allah SWT dzat yang murbihing dumadi (bersemedi). Hingga daerah tersebut dikenal dengan nama Ngampel Gading.

Akhirnya Raden Gemi diminta oleh masyarakat unuk menduduki kedudukan Ramanya untuk dijadikan palang yudo (pemimpin) masyarakat Tuban. Dan akhirnya Raden Gemi menyanggupi permintaan masyarakat Tuban tersebut. Dan diceritakan bahwa Raden Gemi masih merasa kecewa di dalam batinnya karena belum mempunyai ilmu yang setara dengan Ramanya. Selanjutnya Raden Gemi meminta doa restu kepada Ramanya untuk “ Nyuito “ (belajar) kepada pamannya yaitu Kyai Ahmad Muttamakinn Kajen Margoyoso Pati, dan Ramanya memperbolehkan. Begitu senangnya hati Raden Gemi tadi. Memang sudah beberapa tahun mendambakan ingin belajar (nyuito) tersebut. Kecuali Beliau boleh belajar (nyuito) kepada pamannya, Ramanya juga memberi beberapa wasiat yang penting.

Bertepatan pada tahun  1750 masehi Raden Gemi meninggalkan daerah Tuban, menggembara (hijrah) ke daerah Kajen Margoyoso Pati hanya untuk belajar ilmu kepada wali Allah Syeh Ahmad Muttamakin. Kedatangan Raden Gemi dihadapan Kyai Ahmad Muttamakin diterima dengan senang hati dan kasih sayang. Begitu bersyukurnya kepada Allah SWT  “Alhamdulillah“ Kyai Ahmad Muttamakin berkata kepada Raden Gemi “ Hai anakku memang sudah menjadi harapanku kamu bisa berkumpul dengan aku disini, tetapi saya belum bisa mempunyai waktu untuk ke rumah kakaku Kyai Abdul Qohar”.

Di hari ini bisa dikatakan sudah jadi kepuasan hati dan kamu bisa berkumpul untuk seterusnya, menjadi pertimbanganku untuk selamanya. Dari situ Raden Gemi diberi gelar oleh Kyai Ahmad Muttamakin (Mbah Mizzan) yang artinya pertimbangan Kyai Ahmad Muttamakin.

Kyai Muttamakin ketika ingin memecahkan  masalah apapun, tidak meninggalkan kedua putranya yaitu Kyai Ronggo Kusuma dan Kyai Raden Gemi (atau Mbah Ahmad Mizzan) selalu diajak pertimbangan musyawarah. Akhirnya Kyai Ahmad Muttamakin dipelajari bermacam – macam ilmu. Mulai ilmu lahir (dhohir) yang berupa syariat agama Islam sampai ilmu batin yang berupa Ilmu Sulak Tariqat. Sesudah  Kyai Ahmad Mizzan menerima beberapa wejangan ilmu terus memulai mengendalikan hawa nafsu (meninggalkan semua keindahan dan kenikmatan dunia menghadap dan tawajuh kepada Tuhannya). Pada siang hari untuk berpuasa dan di malam hari untuk munajat (mujo semedi) kepada Allah SWT tidak kenal puas atau bosan, semua amal dilakukan dengan ikhlas. Demikianlah perjalanan Kyai Ahmad Mizzan. Masalah perintah dan larangan Allah, Kyai Ahmad Mizzan sangat berhati – hati dan teliti. Terlebih terhadap larangan yang dimurkai Allah seperti minum arak dan lain – lain. Kyai Ahmad Mizzan begitu menjauhi mulai dari dirinya sendiri sampai dengan keturunnya tidak akan minum arak dengan landasan Rasul seperti yang terkandung dalam hadits :

اَلْخَمْرُ رَأْسُ كُلِّ خَطِيْئَةِ

 

Yang artinya : Minuman Keras (Arak) itu menjadi puncaknya (ujung) dari  kesalahan dan durhaka.

Berkat karena wirainya (ngrekso) Mbah Kyai Ahmad Mizzan pada kedurhakaan dosa. Wujudnya bisa mencapai derajat yang tinggi di hadapan Allah SWT yaitu gelar Wali Allah disertai dengan karomah yang terang dan jelas hingga sampai sekarang.

Ketika tahun 1753 masehi Kyai Ahmad Mizzan diutus oleh gurunya Kyai Ahmad Muttamakin supaya membuka lahan (babat alas) yang jaraknya dari Desa Kajen kurang lebih perjalanan setengah pos. Kyai Ahmad Mizzan hanya mengiyakan apa yang dikatakan oleh gurunya. Dan membuka lahan (babat alas) dimulai dari Desa sebelah utaranya Margoyoso. Kyai Ahmad Mizzan bertempat  (dedukuh) dan membuat tempat Kholwat (tempat semedi). Di dalam dukuh (tempat semedi) itu Kyai Ahmad Mizzan begitu tertarik (kasemsem) pada dampak negatif minuman keras (jembering arak), maka dari itu tempat yang ditempati (dukuh) Kyai Ahmad Mizzan dinamakan Dusun Margotuhu Semerak (Jembering arak).

Langkah selanjunya Kyai Ahmad Mizzan meneruskan membuka lahan sampai dengan sebelah selatannya Dusun Njepat. Karena sudah dianggap membuka lahannya cukup, Kyai Ahmad Mizzan mulai mengadakan pendidikan agama Islam. Karena berkat keteguhan dan kesabaran beliau tempat itu (pesantren) semakin lama semakin banyak muridnya untuk belajar kepada beliau.

Tidak sampai lama Kyai Ahmad Mizzan di perintah gurunya Kyai Ahmad Muttamakin (supaya) mendirikan Masjid. Yang mana Masjid peninggalan Kyai Ahmad Mizzan tersebut masih ada sampai sekarang yaitu Masjid Margotuhu Kidul. Yang mana bentuk aslinya sudah dirubah menurut model sekarang.

Sehubungan dengan keberadaan Dusun Margotuhu itu berada di tengah wilayah yang dibuka beliau, Kyai Ahmad Mizzan menginginkan membuat pasar yang berada di dalam tempat yang di tempati Kyai Ahmad Mizzan (rumahnya) yang dikasih nama Margotuhu Rejo, sampai akhirnya Margotuhu itu dinamakan pemerintahan Kawedanan. Karena Kyai Ahmad Mizzan bisa menjalankan tugas kewajiban dari Allah SWT mulai dari Kyai Ahmad Mizzan menyukai tempat tinggalnya yang di janjikan oleh Allah SWT. Seperti perumpamaan Al Quran :

وَمَا عِنْدَ اللهِ خَيْرٌ لِلْاَبْرارْ

Yang artinya :

Semua persediaan yang disediakan kepada Allah SWT itu lebih baik untuk orang – orang yang baik tindak lakunya. Setelah tahun 1782 masehi Kyai Ahmad Mizzan berpulang ke Rahmatullah yang dimakamkan di tempat itu (Margotuhu).

 

KKN & Aby Alfatih